wegrow
post-imageFathiya Az Zahra
Daur Ulang

Followed 0
Recycle Paper with 5 steps (30 Oktober 2021) (Senin, 22 Nopember 2021)
Di workshop Wegrow kali ini saya berkesempatan untuk mendaur ulang kertas yang tidak lagi terpakai, untuk bisa di gunakan kembali. Caranya super simple banget, siapapun bisa melakukan nya di rumah! Yang pasti butuh kertas yg tidak lagi terpakai, kemudian rendam selama seharian, di blender hingga menjadi butiran halus, di saring menggunakan screen kayu, kemudian kering kan deh! Oya kertas nya pun bisa diberi pewarna juga ya. Selama ini kertas daur ulang selalu beli dari toko buku, kali ini bisa bikin sendiri :) thanks wegrow!


Sumber:
-

0  View all comments
0
372
post-imageAnnisa Azhari
Daur Ulang

Followed 0
Pupuk Kompos dari Kertas (Sabtu, 23 Oktober 2021)
Tahu nggak sih, guys? Kita bisa melakukan kegiatan ramah lingkungan di mana saja, bahkan di rumah lho! Yap benar, di rumah. Salah satu caranya adalah dengan membuat kompos, yakni pupuk yang terbuat dari bahan organik yang diurai bakteri secara alami. Disini kita akan membuat limbah kertas yang tidak terpakai menjadi kaya nutrisi bagi tanah dan tanaman. Pupuk kompos buatan sendiri ini membuat tanah menjadi subur. Tanam apapun diatasnya, tanaman kita akan tumbuh lebih optimal. Ada beberapa cara untuk membuat kertas kompos: 1. Sobek-sobek kertas bekas selebar 2 cm sehingga membentuk sobekan yang memanjang. Pastikan tidak memiliki bagian koran yang tercetak mengkilap, karena lapisan plastik yang mengandung lapisan mengkilap itu beracun. 2. Kumpulkan bahan lain yang juga tinggi karbon, seperti daun kering atau serbuk gergaji. 3. Isi bagian bawah tempat sampah kompos atau tempat sampah kompos sekitar 10 cm dengan kertas koran robek dan bahan kaya karbon lainnya. Isi bagian atasnya dengan bahan bernitrogen seperti potongan rumput, potongan sayuran atau sampah rumah tangga lainnya kira-kira 10 cm. 4. Buat lapisan lapisan tersebut secara berselang-seling sampai komposter penuh. Adukaduk semua bahan dengan sekop sampai tercampur rata. 5. Basahi campuran tersebut dengan sedikit air sampai menjadi lembap. Balik-balik sampai kelembapannya merata. 6. Balikkan campuran kompos ini seminggu sekali. Tumpukan di bagian atas mencoba untuk berada di bagian bawah dan sebaliknya, karena proses ini secara alami menambah pembusukan. Gimana, mudah bukan? Selamat mengubah sampah menjadi kebaikan bagi lingkungan ya fellas!
0  View all comments
0
1602
post-imageWegrow Admin
Daur Ulang

Followed 1
Reuse Tanah Pasca Panen Microgreen

Apakah Anda sudah menanam microgreen? Bibit apa yang Anda pilih? Apakah Anda sudah memasuki tahap memanen? Diolah menjadi apa sajakah hasil panen microgreen Anda? Apakah Anda mencoba salah satu resep kami ketika mengolah hasil panen microgreen Anda? Kami akan terus merilis resep-resep olahan microgreen sebagai inspirasi bagi Anda.

Lalu, setelah memanennya, apa yang Anda lakukan berikutnya terhadap tanah media menanamnya? Apakah Anda membuangnya ke tanah di pekarangan?

Sebetulnya tidak salah “membuang” tanah yang pernah menjadi media tanam microgreen ke habitat baru, karena dapat memberi manfaat untuk tumbuhan lain ketika bergabung dengan tanah lain yang ada di pekarangan.

Namun, apakah Anda sudah tahu bahwa sekarang kami juga menjual bibit microgreen yang terpisah dari kit? Starter kit microgreen WeGrow (yang terdiri dari pot, tanah, bibit, dan botol semprot serta buku panduan) bisa Anda dapatkan untuk memulai menanam microgreen. Tapi, apakah tanah yang terdapat pada starter kit kami dapat digunakan ulang untuk menanam microgreen berikutnya?

Ya! Tentu saja bisa!

Mudah saja mengolah kembali tanah yang telah Anda gunakan sebagai media tanam baru bagi bibit microgreen baru Anda. Setelah dipanen, Anda dapat mengaduk tanah tersebut dengan gunting seperti pada gambar. Lalu… voila! Bisa menjadi media tanam yang baru! Ikuti langkah yang sama seperti ketika Anda pertama kali menanam bibit microgreen.

Namun, bagaimanakah tanah tersebut masih bisa digunakan sebagai media tanam, padahal sebagian besar kandungan mineral dan zat-zat hara yang penting untuk pertumbuhan microgreen sudah terpakai pada masa tanam sebelumnya? Sisa-sisa tumbuhan microgreen yang sudah Anda panen dapat membantu mempertahankan kesuburan tanah media tanam microgreen seperti sebelumnya, sehingga mempertahankan kandungan mineral dan zat-zat hara yang penting di media tanah tersebut.

WeGrow berkomitmen untuk menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah. Sehingga kami berupaya agar produk-produk kami dapat digunakan kembali.

Untuk itu, Anda tidak usah membuangnya jika masih akan menanam kembali microgreen. Selamat bercocok tanam!


0  View all comments
3
10194
post-imageWegrow Admin
Daur Ulang

Followed 1
Mari Kurangi Sampah!

Sejak dimulainya revolusi industri, terdapat kecenderungan manusia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seefisien mungkin. Untuk itu ditemukanlah barang-barang sekali pakai yang terbuat dari plastik. Seperti yang kita ketahui, bahan plastik ini membutuhkan waktu lama untuk terurai secara alami.

Limbah plastik kini mulai menjadi masalah besar, karena telah mencemari lingkungan, terutama laut. Sudah banyak bermunculan kasus kematian hewan laut, entah itu karena menelan atau terjerat sampah plastik yang mencemari lautan.

Bermula dari situlah, gerakan peduli lingkungan bermunculan. Salah satunya adalah prinsip pengolahan sampah 3R: Reduce (mengurangi) – Reuse (menggunakan kembali) – Recycle (mengolah). Prinsip ini berkembang lagi menjadi 5R: Refuse (menolak) – Reduce (mengurangi) – Reuse (menggunakan kembali) – Recycle (mengolah) – Rot (membusukkan). 5R ini kemudian menghasilkan filosofi Zero Waste atau Bebas Sampah.

Zero waste adalah filosofi yang dijadikan sebagai gaya hidup demi mendorong siklus hidup sumber daya agar produk-produk dapat digunakan kembali. Zero waste juga adalah tentang menjauhi single use plastic atau plastik sekali pakai. Zero waste itu tidak hanya mengenai recycle atau mendaur ulang.

Sebisa mungkin, sebelum betul-betul dibuang, gunakan barang-barang yang dapat berkali-kali dipakai. Seperti mengurangi atau tidak lagi menggunakan kantong plastik saat berbelanja, tidak lagi menggunakan alas makan/minum berbahan sekali pakai, dan hal-hal sejenis untuk mengurangi sampah. Biasakan juga untuk mengambil porsi makan secukupnya dan habiskan. Usahakan untuk tidak membuang-buang makanan. Membuang makanan berarti menambah sampah.

Membudayakan pengurangan penggunaan barang sekali pakai memang tampak aneh pada awalnya, karena kita tidak terbiasa. Kita bisa memulainya dengan membawa wadah sendiri saat membeli makanan, misalnya bubur, rujak, atau nasi goreng. Jika sudah terbiasa, bisa mulai dibiasakan membawa wadah-wadah sendiri untuk berbelanja bahan makanan di pasar, seperti kantong serba guna dan wadah-wadah kedap udara.

Meski tampak kecil peran kita dalam mengurangi sampah ini, jika dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan, bahkan dapat menularkan kebiasaan baik ini pada orang lain, kita telah berkontribusi dalam menjaga alam ini dari jeratan sampah.


0  View all comments
3
10201